PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA

Seragam Pramuka Harian

Pakaian seragam pramuka merupakan suatu bentuk identitas dari seorang anggota pramuka. Disaat seseorang menggunakan pakaian seragam pramuka tentu, terlihat bahwa ia merupakan anggota pramuka. Seragam pramuka berperan untuk mendidik setiap anggota pramuka bersikap disiplin, dan rapi. Pakaian Seragam Pramuka bertujuan agar para anggota Gerakan
Pramuka yang mengenakannya berakhlak sesuai Satya dan Darma
Pramuka, memiliki jiwa korsa, dan berdisiplin.

Pakaian seragam pramuka terdiri dari :

  1. Tutup Kepala
  2. Baju Pramuka.
  3. Rok/ Celana.
  4. Setangan Leher.
  5. Ikat Pinggang.
  6. Kaos Kaki.
  7. Sepatu.
  8. Tanda Pengenal.

Seragam pramuka secara umum dibedakan menurut jenis kelamin, kegiatan yang berlangsung, dan tingkat gerakan pramuka. Warna Pakaian Seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih dari salah satu warna
yang banyak dipakai oleh para pejuang kita di masa perang kemerdekaan (1945-1949).

Tutup kepala menggunakan topi pramuka biasa, baju pramuka sesuai dengan gambar diatas, setangan leher yaitu merah dan putih dibuat seperti gambar berikut.

Ikat pinggang, biasanya merupakan ikat pinggang yang memiliki logo pramuka. Untuk kaos kaki, biasakan kaos kaki memakai kaos kaki hitam, dan untuk sepatu juga usahakan memakai sepatu berwarna hitam.

Seorang anggota gerakan pramuka, tentu harus mengetahui bahwa tanda pengenal yang dimiliki anggota pramuka bisa dikatakan sangat banyak. untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari penjelasan berikut.

TANDA PENGENAL PRAMUKA SIAGA

https://den246.home.blog/wp-content/uploads/2021/10/e30b3-seragam-tanda-pengenal-pramuka-siaga-putra-small.gif
PRAMUKA INDONESIA: SERAGAM PRAMUKA SIAGA

Secara garis besar, kita mengetahu bersama bahwa tanda pengenal pramuka adalah seperti gambar diatas. lebih mudahnya kita bisa mengetahui macam-macam tanda pengenal tersebut yaitu sebagai berikut :

  1. Tanda Jabatan
  2. Tanda Kecakapan Umum siaga
  3. Tanda Kecakapan Khsusu
  4. Tanda Lokasi Daerah
  5. Nomor Gugus Depan
  6. Tanda Lokasi Cabang
  7. Tanda Pandu Dunia (WOSM)
  8. Tanda Pandu Indonesia (Tunas Kelapa)
  9. Tanda Barung
  10. Tanda Pelantikan
SERAGAM PRAMUKA SIAGA dan Tanda Pengenal SIAGA - YouTube

Lebih tepat dan lengkapnya adalah seperti gambar diatas. Banyak sekali tanda pengenal yang sebenarnya wajib diketahui. walau begitu tanda pengenal digunakan untuk mereka yang benar-benar serius dalam menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang anggota gerakan pramuka.

Lambang Gerakan Pramuka Indonesia

Lambang Gerakan Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka adalah sebuah tanda atau simbol berupa siluet tunas kelapa yang memiliki arti kiasan tertentu di dalam organisasi Gerakan Pramuka. Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap (Intan, 2012). Lambang gerakan pramuka diciptakan oleh seorang pembina aktif gerakan pramuka, yang merangkapkan diri menjadi seorang pejabat tinggi Departemen Pertanian Republik Indonesia, bernama R. Soenardjo Atmodipoerwo (Sunarjo Atmodipurwo). Pak Sunarjo, lahir pada 28 Februari 1909, dan meninggal pada 31 Mei 1979. Lambang Gerakan Pramuka ini dimungkinkan dirancang karena Pak Sunarjo sendiri berkaitan erat terhadap profesinya yang menjadi seorang pejabat pertanian.

Lambang Gerakan Pramuka digunakan di dalam beberapa hal yang berkaitan erat terhadap organisasi Gerakan Pramuka. Lambang Gerakan Pramuka digunakan dalam bendera Pramuka, Kop Surat Pramuka, beberpa tulisan Pramuka, dan logo kegiatan tertentu.

Bendera Gerakan Pramuka

Menurut AD/ART Gerakan Pramuka, Lambang Gerakan Pramuka memuat dua poin yaitu,

  1. Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa, yang bermakna bahwa
    setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya berguna, seperti kegunaan
    seluruh bagian pohon kelapa.
  2. Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda
    pengenal Gerakan Pramuka, yang warnanya disesuaikan.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa warna dalam Lambang Gerakan Pramuka bisa berubah-ubah sesuai apa yang dibutuhkan. Dalam Bendera Pramuka sendiri, Lambang Gerakan Pramuka diberi warna merah, dalam TKU dari siaga hingga pandega memiliki warna yang berbeda-beda, dalam beberapa terbitan yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Lambang Gerakan Pramuka digambarkan dengan warna putih, dan tentu masih banyak lagi.

Lambang Gerakan Pramuka telah memiliki hak paten (hak yang melindungi dari plagiarisme atau peniruan). Terdapat juga arti kiasan atau filosofi dari lambang Gerakan Pramuka. Sesuai dengan Keputusan Kwartir Nasional, Gerakan Pramuka, Nomor, 006/KN/72, Tahun 1972, Tentang Lambang Gerakan Pramuka, memiliki arti sebagai berikut.

  1. Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  2. Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan  yang bagaimanapun djuga. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
  3. Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
  4. Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus jakni yang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
  5. Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap Pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanja.
  6. Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

TALI TEMALI PRAMUKA

  1. PENGERTIAN

Istilah tali, simpul, dan ikatan sudah tidak asing lagi dalam pramuka. Namun, sering juga terjadi kesalahan konsep mengenai tali. Seringkali tali, simpul, dan ikatan diartikan sama. Padahal secara harafiah , ketiga hal ini memiliki arti yang berbeda beda.

Tali merupakan benda yang digunakan dalam simpul maupun ikatan. Simpul merupakan ikatan tali dengan tali. Ikatan merupakan ikatan antara tali dengan benda mati. Jerat merupakan tali yang ujungnya disimpulkan membentuk lubang yang dapat disempitkan atau dilonggarkan (untuk menangkap burung, kijang, dan sebagainya), atau jerat bisa disebut simpul yang telah diikatkan pada benda.

2. MACAM MACAM TALI TEMALI

Berikut adalah beberapa simpul dan ikatan

  • Simpul Mati

Simpul ini digunakan untuk mengakhirin suatu ikatan. Lebih tepat bisa dibilang simpul mati adalah simpul untuk mematikan simpul. Simpul ini terdiri atas dua simpul hidup, yang pertama sebagai alas yang kedua.

  • Simpul Hidup
Langkah-langkah membuat simpul hidup
Simpul hidup pada tongkat atau kayu.

Simpul hidup digunakan untuk mengikat. Jelas tidak guna simpul ini masih diragukan, tapi karena simpul ini, maka ada  simpul lanjutan yaitu simpul mati.

  • Simpul Anyam

Simpul anyam dibedakan menjadi dua yaitu, simpul anyam  tunggal dan simpul anyam berganda. Simpul anyam digunakan untuk menyambung dua tali  yang tidak sama besar dengan perbandingan 3:1.

Diatas adalah simpul anyam tunggal.
Diatas adalah simpul anyam berganda karena berputar dua kali,kuatnya simpulpun dua kali simpul anyam tunggal.
  • Simpul tiang

Simpul ini berguna untuk mengikat benda mati maupun hidup agar tidak bergerak. Simpul ini biasanya diikatkan pada kambing maka sering disebut simpul kambing. Simpul ini cara kerjanya adalah  mengunci  keadaan tetap pada ikatan agar benda tidak tercekik atau melonggar.

  • Simpul Pangkal

Simpul pangkal adalah simpul yang sangat berguna disegala hal tentang tali menali. Simpul ini berguna untuk mengawali segala ikatan, dan untuk mengikat atau menjerat suatu benda.Simpul ini sangatlah sering kita gunakan untuk membuat tenda dan  alat alat lainnya.

  • Simpul Menyusuk Tali

Menyusuk tali berguna agar suatu pintalan pada tali tidak menyebar.  Menyusuk tali termasuk kedalam hal dasar yang harus dikuasai oleh penggalang dasar.

  • Simpul Nelayan

Simpul nelayan digunakan untuk menyambung dua tali yang sama besar dan licin. Simpul ini sering digunakan oleh nelayan untuk menyammbung jala yang kurangg panjang. Simpul ini berbentuk simpul hidup berlawanan di kedua tali. Simpul ini ada dua yaitu, simpul nelayan dan simpul nelayan berganda.

Simpul diatas adalah simpul nelayan
Simpul diatas lebih kuat 2 kali dari simpul nelayan, yaitu simpul nelayan berganda.
  • Simpul Rantai

Simpul ini digunakan untuk memendekan tali. Tali dipendekan karena tali seharusnya dipendekan dan tidak boleh dipotong.

  • Simpul Jangkar

Simpul ini digunakan untuk mengikat dalam bentuk ikatan khusus untuk jangar.

  • Simpul Tambat

Simpul ini digunakan untuk cara kedua mengawali ikatan.

  • Ikatan Palang

Ikatan ini digunakan untuk memalangkan suatu tongkat atau benda benda mati. Simpul awalan untuk ikatan ini adalah Pangakal atau simpul awalan lainnya.

  • Ikatan Silang

Ikatan ini digunakan untuk menyilangkan suatu tongkat atau benda mati. Simpul awalan bisa simpul tambat atau simpul pangkal.

  • Ikatan Menyambung Tongkat

Ikatan ini berguna untuk memnyambungkan tongkat. Untuk ikatan ini kita dihadapkan beberapa versi yang berbeda.  Simpul awalan adalah simpul pangkal atau tambat. Ikatan dibawah  ini disebut ikatan Canggah.

  • Ikatan Kaki Tiga

Ikatan ini sering digunakan untuk suatu tempat memasak. Ikatan ini diawali dari simpul pangkal pada salah satu tongkat.

sc : http://www.google.com

Bendera Negara Republik Indonesia

Bendera Negara Republik Indonesia

Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bendera berwarna merah dan putih. Bendera ini disebut sebagai Sang Merah Putih, Sang Saka Merah Putih, atau Merah Putih atau juga Sang Dwiwarna (dwi = dua, dan warna = warna) . Bendera ini memiliki memiliki Dua Warna yaitu merah dan putih. Bendera ini memiliki rasio ukuran lebar dan panjang, 2/3. Secara historial, Bendera Merah Putih diambil dari ide Umbul-Umbul Kerajaan Majapahit, kerajaan yang ada di Jawa Timur pada abad ke-13.

Bendera Negara Indonesia
Umbul-Umbul Kerajaan Majapahit

Umbul-umbul kerajaan Majapahit sering disebut, Dwaja Abang Putih, Pataka Gula Kelapa, Sang Gula Kelapa, Sang Getih Getah, atau juga Sang Jingga Pethak. Jauh juga kita melihat sejarah di Indonesia sendiri. Bendera Negara Indonesia menjadi lambang dasar Kerjaan-Kerajaan di Indonesia seperti, Kerajaan Singosari, dan Kerajaan Kediri. Bendera Merah Putih juga dahulu menjadi suatu lambang perlawanan rakyat pribumi terhadap penjajah, seperti pada Perang Diponegoro, dan Perang Aceh.

  • Secara Mitologi, Bendera Indonesia juga termasuk bendera yang memiliki rumpun dikawasan Austronesia, yaitu negara negara di kawasan, Asia Tenggara, Oceania, dan Madagaskar. Dilihat dari kesamaan bendera seperti Bendera Malaysia, Bendera Singapura, dan negara lainnya.
  • Secara Filosofi, Bendera Negara Indonesia juga menggambarkan tentang tanah (Merah) dan langit (Putih). Bendera Indonesia juga memiliki makna yang dalam, Merah, berarti berani, dan Putih, berarti suci.
  1. Sejarah Bendera Indonesia Sebelum Kemerdekaan
Pengibaran Bendera 17 Agustus 1945

Awalnya Bendera Merah Putih adalah dua kain yang berbeda dan dijadikan menjadi satu. Tokoh yang berperan dalam pembuatan Bendera Pusaka adalah Ibu Fatmawati. Ia adalah seorang istri dari Bapak Presiden Republik Indonesia pertama, Bapak Ir. Soekarno. Pada tanggal 16 Agustus 1945, secara tergesa-gesa, Ibu Fatmawati menjahit Bendera Merah Putih, Tetapi hasil pertama dari jahitanya, bendera yang Ibu Fatmawati jahit, terlalu kecil. Lalu setelah itu Ibu Fatmawati berusaha menjahit Bendera Merah Putih yang lebih besar. Tetapi Ibu Fatmawati tidak mempunyai kain yang dapat ia jahit. Konon dahulu Ibu Fatmawati mecari sebuah kain dilemarinya, dan ditemukanlah sebuah seprei berwarna putih, Lalu ia juga mencari kain berwarna merah. Ia membeli sebuah kain berwarna merah dari seorang penjual soto, bernama Lukas Kastaryo. Dan jadilah sebuah bendera Merah Putih, Bendera Pusaka Indonesia. Lalu dikibarkanlah bendera tersebut pada tanggal 17 Agustus 1945.

  • Peraturan Tentang Bendera Merah Putih

Bendera negara diatur menurut UUD 1945 pasal 35, UU No 24/2009, dan Peraturan Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam. Dalam keadaan tertentu, dapat dilakukan pada malam hari.

Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Bendera Negara juga dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain, yaitu:

  1. Tanggal 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas);
  2. Tanggal 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional (hari berdirinya Boedi Utomo);
  3. Tanggal 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila;
  4. Tanggal 28 Oktober, Hari Sumpah Pemuda;
  5. Tanggal 10 November, Hari Pahlawan;
  6. Peristiwa lain (yang dimaksud dengan “peristiwa lain” adalah peristiwa besar atau kejadian luar biasa yang dialami oleh bangsa Indonesia, misalnya pada kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke daerah dan pada perayaan dirgahayu daerah).


Bendera Negara wajib dikibarkan setiap hari di:

  1. Istana Preiden dan wakil presiden;
  2. Gedung atau kantor lembaga negara;
  3. Gedung atau kantor lembaga pemerintah;
  4. Gedung atau kantor lembaga pemerintah nonkementerian;
  5. Gedung atau kantor lembaga pemerintah daerah;
  6. Gedung atau kantor dewan perwakilan rakyat daerah;
  7. Gedung atau kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri;
  8. Gedung atau halaman satuan pendidikan;
  9. Gedung atau kantor swasta;
  10. Rumah jabatan presiden dan wakil presiden;
  11. Rumah jabatan pimpinan lembaga negara;
  12. Rumah jabatan menteri;
  13. Rumah jabatan pimpinan lembaga pemerintahan nonkementerian;
  14. Rumah jabatan gubernur, bupati, wali kota, dan camat;
  15. Gedung atau kantor atau rumah jabatan lain;
  16. Pos perbatasan dan pulau-pulau terluar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  17. Lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia; dan
  18. Taman Makam Pahlawan Nasional.

Bendera Negara sebagai penutup peti atau usungan jenazah dapat dipasang pada peti atau usungan jenazah presiden atau wakil presiden, mantan presiden atau mantan wakil presiden, anggota lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah, anggota dewan perwakilan rakyat daerah, kepala perwakilan diplomatik, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Republik Indonesia yang meninggal dalam tugas, dan/atau warga negara Indonesia yang berjasa bagi bangsa dan negara.

Bendera Negara yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta disebut Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih disimpan dan dipelihara di Monumen Nasional Jakarta.

Setiap orang dilarang, Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;

  1. Memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
  2. Mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
  3. Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
  4. Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara
  • Bendera Setengah Tiang

Bendera Negara digunakan sebagai tanda berkabung apabila Presiden atau Wakil Presiden mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden, pimpinan atau anggota lembaga negara, menteri atau pejabat setingkat menteri, kepala daerah, dan/atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah meningga dunia. Bendera Negara yang akan dikibarkan setengah tiang, dinaikkan hingga ke ujung tiang terlebih dahulu, dihentikan sebentar dan diturunkan tepat setengah tiang. Jika Bendera Negara yang dikibarkan setengah tiang hendak diturunkan, maka dinaikkan terlebih dahulu hingga ujung tiang, dihentikan sebentar, kemudian diturunkan.

Durasi pengibaran bendera setengah tiang dijelaskan sebagai berikut:

  • Bendera negara dikibarkan setengah tiang selama tiga hari setelah wafatnya Presiden atau Wakil Presiden, mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan semua kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Ini wajib dilakukan oleh seluruh instansi baik pemerintah atau swasta, serta warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung, kantor dan/atau satuan pendidikan.
  • Bendera negara dikibarkan setengah tiang selama dua hari setelah wafatnya pimpinan lembaga negara dan menteri atau pejabat setingkat menteri. Pengibaran Bendera Negara setengah tiang hanya terbatas pada gedung atau kantor pejabat negara yang bersangkutan
  • Bendera negara dikibarkan setengah tiang selama satu hari setelah wafatnya anggota lembaga negara, kepala daerah dan/atau pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah. Pengibaran Bendera Negara setengah tiang hanya terbatas pada gedung atau kantor pejabat yang bersangkutan.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Bendera_Indonesia

BIOGRAFI BAPAK PRAMUKA DUNIA LORD BADEN POWEL

Pada tanggal 22 februari 1857di london, lahirlah seorang anak laki laki yang bernama Robert Stephenson Smyth Baden-powel. Robert Baden-Powel tumbuh dalam keluarga besar. Dia memiliki empat orang kakak yaitu Warington, George, Augustus, dan Francis, serta memiliki dua adik yaitu Agnes dan yang salah satunya masih bayi. Dia juga memiliki tiga orang saudara lainnya tetapi malangnya sudah meninggal ketika masih bayi.
Ayah Robert, adalah seorang profesor dan pendeta terkenal, bernama Profesor Baden-Powel, dan ibu Baden-Powell adalah seorang ibu rumah tangga bernama Henrietta.

Pada tahun 1860, ayah Robert meninggal dunia disaat Robert hendak berumur 3 tahun. Hal itu adalah peristiwa yang berat bagi Robert dan Keluarganya. Henrietta, Ibu dari Robert, berjuang keras untuk merawat tujuh orang anak anaknya yang masih kecil.
Tapi Henrietta tetap tabah, dia sebagai pengganti kepala keluarga mendidik putra putrinya dengan disiplin keras supaya mereka bisa hidup mandiri nantinya dan tidak bergantung pada siapapun. Di rumah, hari hari terus berganti, mereka menjalani hidup dengan berbagi tugas pekerjaan rumah dengan adil. Dan tidak lupa, setiap malam mereka selalu berkumpul bersama untuk belajar bersama.

The Copse adalah sebuah hutan kecil, tempat bermain Robert yang terletak disebelah sekolahnya yang bernama Cartherhouse. Disana ia sering bermain mencari jejak binatang yang dimungkinkan hidup dan ada di hutan itu. Robert dulunya adalah anak yang tidak mudah patuh dan nakal. Sering kali para guru mencari ia sampai ke hutan tersebut, tetapi selalu tak menemukan apalagi mendapatkannnya. Robert juga sering membayangkan gurunya tersebut sebagai Indian musuh (suku khas Amerika), maka dari itu Robert sering menghindari gurunya yang sering mengejarnya hingga ke hutan. Ia lebih suka berkeliaran daripada harus duduk mempelajari buku, yang membuat dia merasa mengantuk dan bosan.


Untuk masalah keuangan, kelurga Robert adalah keluarga yang sederhana, jadi Henrietta menyiapkan kotak uang dan catatan keperluan untuk keterangan uang yang telah digunakan, agar Henrietta lebih tau uangnya untuk apa saja. Kelurga tersebut memang mengajarkan kejujuran yang sangat kuat, bahkan disaat Robert masih kecil.
Robert sangat menyayangi saudara saudaranya. Dia sering membuat mainan dari perkakas bekas, juga membuat layang layang yang mereka terbangkan bersama. Lebih dari, itu ia adalah anak yang suka menyendiri, dan membaca buku. Dia juga mempunyai bakat melukis, pandai berakting, bernyanyi, membuat naskah dan melawak, serta dia mempunyai bakat khusus untuk ketrampilan menggambarnya yaitu bisa mengunakan kedua tangannya yang kualitas gambarannya sama seperti tangan sebelahnya. Dia memang ahli semua itu bahkan teman temannya kagum akan dia, tetapi tidak demikian dengan ibunya, ibunya menginginkan dia seperti ayahnya, atau profesi lain yang lebih terhormat.


Pada tahun 1870 Robert mendapatkan beasiswa dari sekolahnya, Charterhouse surrey. Dan ibunya berharap dia terus giat belajar, agar menjadi orang sukses yang profesinya terhormat. Tetapi Robert malah lebih banyak mengisi waktunya dengan bermain dan hal hal yang tidak menunjang nilai akdemiknya. Hal-hal di luar pelajaran sekolah, justru sangat mengairahkan masa masaremajanya. Hal itu dibuktikan dengan ikut sertanya Robert, menjadi tim menembak di sekolahnya pada umurnya yang ke 17 tahun.

Beberapa bulan kemudian dia mendapat surat dari kakaknya Warington yang sudah selesai mengikuti sekolah pendidikan kelautan dan mengajak saudara saudaranya berpetualang.
Perjalanan seminggu mengunakan kapal menuju laut lepas. Didalam kapal tersebutlah banyak hal yang dipelajari, khususnya pembagian tugas dan kerja sama.


Setelah Robert selesai menjelajah lautan ia harus belajar, karena ujian sekolahnya waktu itu akan segera dimulai. Tetapi Robert bernasib malang, keinginan ibunya untuk melanjutkan Robert sekolah di Universitas Oxford gagal mengetahui bahwa ia tidak lulus tes.
Dengan perasaan kecewa tersebutlah akhirnya ia mendaftarkan diri ke angkatan bersenjata. Sangat mengejutkan ia berhasil lolos dan meraih posisi lima besar dari 718 calon peserta.


Pada umur 19 tahun, Robert masuk pasukan infantri sebagai perwira kaveleri. Pada tanggal 30 oktober 1876 ia ditugaskan ke india. Ia menapaki karirnya selama 2 tahun lamanya. Setelah lama waktu yang Robert rasakan, ia pun merasa bosan terhadap pekerjaannya tersebut. Akhirnya ia pun mendaftar dan melibatkan diri masuk ke olahraga polo yang diikuti prajurit muda. dia sering menabung dari hasilnya berkuda tetapi pada akhirnya Ia harus meninggalkan hobinya tersebut dengan menjual kudanya dikarenakan Robert membutuhkan banyak uang pada saat itu.

Pada tahun 1878 ia naik pangkat menjadi letnan, di saat usiannya menginjak 21 tahun. Tapi setelah itu ia jatuh sakit cukup parah dan harus kembali ke Inggris. Dua tahun kemudian tepatnya 5 oktober 1880, ia kembali berlayar untuk bergabung dengan kesatuannya.
Beberapa waktu ia sering ditugaskan ke penjuru dunia dari India hingga Afrika.
Pada tahun 1884 terbitlah buku pertamanya yang berjudul “reconaissance and scouting”.


Pada tahun 1884 angkatan bersenjata inggris menugaskan ia ke afrika. Disana ia bertemu suku asli afrika yang bernama suku zulu. Mereka saling bertukar pengalaman akan hal yang berhubungan dengan perang dan kemiliteran. disanalah Robert banyak mendapat julukan baru, seperti ”m’hlalapanzi ” yang artinya orang bertiarap yang siap menembak, “kantakye” yang artinya pemakai topi besar, dan ” nama impe esa ” yang artinya serigala yang tak pernah tidur.

Ditahun 1897 ia membuat kepelatihan militer angkatan bersenjata Inggris semakin luwes. Dari situ lambang kepramukaan fleur de lys ditemukan.
Beberapa bulan kemudian ia kembali ke India. Ia diangkat menjadi komandan kesatuan dragon guards dan bertugas selama 2 tahun.


Robert kembali bertugas ke afrika pada tahun 1899. Disana mereka harus berperang dan terperangkap oleh pasukan boer (pendatang baru dari belanda) yang jumlah pasukannya 3 kali lebih banyak daripada pasukan yang dipimpinnya yang hanya berjumlah kurang dari 3000 orang. Sementara itu pasukan boer menyiapkan pasukan untuk pengepungan dan banyak pengeboman. Pasukan Inggris yang di pimpin Robert tertekan, namun Robert tak kehilangan akal. Dia mempunyai ide karena mereka terkurung dari kecaman pasukan boer yang terus saja menteror wilayah kekuasaan Inggris. Robert memperintahkan pasukannya untuk membuat tipuan cahaya dari senter setiap malam, dengan tujuan agar pasukan Inggris seolah olah mempunyai perlengkapan yang lebih canggih dari Pasukan Boer.

Tetapi hal itu tidak mengubah kondisi pasukan yang masih dipimpin oleh Robert. Karena semakin terpuruk, banyak orang yang putus asa. Tetapi Robert masih mempunyai akal. Robert pun mengadakan kontes hiburan setiap hari minggu untuk meningkatkan moral pasukannya. Tidak terasa, semakin banyak anak lahir di kota tersebut. Hal yang menarik adalah ketika terjadi pertempuran, banyak dari anak anak tersebut tidak takut akan peluru dan ledakan yang sedang meneror kota tersebut terus menerus. Dari masalah itulah Robert mempunyai ide, maka dibuatlah korps kadet mafeking, yang berisi anak anak yang terlatih dalam peperangan dan sigap membantu Tentara tentara di garis kedua. Robert pun sangat bangga atas hasil dari korps kadet tersebut.

Tapi kota tersebut semakin terpuruk karena persediaan makanan hampir habis dan banyak timbul terjangkitnya penyakit. Tapi robert tetap tabah, terus berkerja keras dan pantang putus asa. Diluar perkiraannya pasukan yang dipimpinnya dapat mengalahkan pasukan boer. Inggris pun bersukacita.
Nama Robert Baden Powel terkenal dimana mana karena kegigihannya memimpin pasukan ke arah kemenangan. Dan berakhir pada usia 43 tahun, ia dinaikan pangkatnya menjadi mayor jendral.

Beberapa hari setelah itu, Robert melihat banyak anak kecil menjadi gelandangan membuat geng yang tidak baik dan sering melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan oleh anak anak kecil. maka malam itu ia membaca buku berjudul “birch barck roll of the wood craft indians” karangan seton. Dan dari buku tersebutlah Robert terpacu untuk menerapkan isi dari buku tersebut.


Pada tahun 1907 ia diangkat menjadi inspektur jendral dan pangkatnya diangkat menjadi letnan jendral. Melangkah ke kemajuan ia mulai memfikirkan terapannya, maka ia mulai berkonsentrasi untuk proyek barunya yaitu ia mengadakan perkemahan sebagai percobaan. Akhir juli 1907, dua puluh dua orang remaja putra memulai pelayaran ke pulau brownsea di selatan Inggris raya. Banyak kegiatan yang dilakukan di pulau tersebut. Seperti tali temali, baris berbaris, sandi sandi, P3K, dan banyak lagi.


Dari perkemahan itu ia merangkumnya menjadi sebuah rangkuman yang ia pidatokan ke tiga puluh kota, dan disela sela ceramahnya di berbagai kota, ia berhasil menyelesaikan bagian pertama dari bukunya yang berjudul ”scouting for boys” dan bertepatan pada hari itulah, pada 15 januari 1908, diciptakan gerakan kepanduan pramuka. Kegiatan kepanduan terus berkembang pesat dimana mana. Tetapi seiring semakin majunya teknologi kegiatan ini hampir tidak asli seperti mula awalnya. Yang intinya bertujuan untuk memandirikan anak anak, tetapi malah sebaliknya. Anak anak pada waktu itu banyak yang manja dan tidak mau berfikir tentang kepanduan. Tapi Robert tak kenal menyerah, dia memfikirkan menambahkan berbagai kegiatan menarik bagi para pramuka. Pramuka sungguh mengubah dunia, ia pun terkesan dengan kemajuan yang sangat pesat.

Tonggak awal kegiatan pramuka terjadi pada tanggal 4 september 1909 di Crystal palace, london. Sebelas ribu pramuka hadir di bawah siraman hujan. Suasana hening mengiringi pembacaan telegram dari raja Edward VII oleh Robert yang berisi ucapan selamat bagi para pramuka. Lambat laun kegiatan yang dulunya dititik beratkan untuk laki laki menjadi berubah. Perempuan pun ikut serta dalam kegiatan ini. hal itulah yang sebelumnya belum difikirkannya. Maka beberapa hari kemudian, dibuatlah guides association yang dipimpin Agnes, adik Robert. Setelah acara di Crystal palace selesai raja edward menganugrahi gelar “sir” kepada Baden Powel.

Sekian lama Robert belum menikah akhirnya pada tanggal 30 oktober 1912 Ia menikah dengan Olave ST. Clair Soames.


Berkemah di Aljazair menjadi pilihan mereka untuk berbulan madu. Ternyata Robert adalah seorang pramuka yang baik. Seorang pejalan kaki yang menyenangkan, tak pernah kehilangan arah, ia memanjakan istrinya Olave seperti seorang ibu. Ketika kembali ke rumah, mereka mendapat hadiah perkawinan dari seratus ribu pramuka.
Beberapa tahun kemudian serentetan peristiwa terjadi, baik bagi dunia maupun bagi keluarga Baden Powel. Perang dunia 1 (1914 – 1918) membawa perubahan besar bagi kepramukaan. rumah Robert juga hancur karena perang tersebut.

Meski dalam masa sulit, pramuka masih sempat bertambah dari 152.133 ditahun 1914 menjadi 193.731 ditahun 1918. Dan peristiwa duka pun datang pada tahun 1913, Ibu Robert Baden-Powell meninggal dunia.

Tapi datang berita baik, lahirlah Peter, anak pertamanya yang lahir pada tanggal 30 oktober 1913, Heather pada 1 juni 1915, dan Betty pada 16 april 1917.
Pada tahun 1918, Robert menerbitkan buku girl guiding. Dan Olave Baden Powel diangkat menjadi ketua pramuka putri sedunia.


29 januari 1919 Robert dan keluarganya menempati rumah baru mereka di desa Hampsire, Bentley.
Setelah perang dunia selesai dibuatlah pramuka dengan usia lebih tua yaitu umur 14 sampai 18 tahun yang dinamai senior scout.
Kepemimpinan Agnes Baden Powel mulai dirasakan ketinggalan zaman, dan Baden Powel pun mulai sadar akan pentingnya reorganisasi.
Tahun 1918 terbitlah buku baden powell yang lebih mengarah pada gerakan modern bagi remaja putri, yang berjudul Girl Guiding.


Gerakan pramuka semakin mendunia maka Robert mendapatkan sebuah ide yang maksudnya mempertemukan para pramuka seluruh dunia. dan akhirnya kegiatan tersebut diadakan. Disebut namanya “jambore”. Akhir juli 1920 kota london di banjiri 8000 utusan dari 21 negara dan 12 negara persemakmuran inggris. Disana ia mengikrarkan pidatonya yang intinya untuk perubahan perdamaian di seluruh dunia. Jambore ketiga pada tahun 1929 bertepatan hari jadi 21 gerakan pramuka. Regu pramuka irlandia pun menghadiahkan sebuah tongkat yang bagus dan mobil pertamanya rolls royce karavan, potret dirinya dan selembar cek dari organisasi pramuka.


Tak lama setelah jambore ketiga selesai, Ia mendapat gelar kebangsawanan “Lord Baden Powell of gilwell”.
Pada usianya ke72. sembilan tahun ia berkunjung ke berbagai negara Asia, Swiss, India, Afrika dan berjambore di Hongaria dan Belanda.
Tak hanya berkiprah di gerakan pramuka ia pun menjadi duta besar perdamaian, misalnya mendorong terwujudnya kerukunan antar rakyat kanada yang beragama kristen protestan dan yang beragama kristen katolik. Menjebatani hambatan rasial di India. Dan rasialisme di Afrika selatan.


Di Jerman pada zaman Adolf Hitler, pada tahun 1933 gerakan pramuka dihentikan dan diganti dengan gerakan pemuda Hitler, demikian pula di Italia tahun 1927 Musolini menganti pramuka dengan organisasi kepanduan yang bernama Balilia dan Avanguardisti. Tetapi ketua pramuka sedunia ini pantang mundur, kelak setelah perang dunia berakhir dia memastikan gerakan pramuka di jerman dan italia akan aktif kembali.


Pada awal tahu 1934 ia jatuh sakit parah dan nyaris meninggal dunia namun dua tahun kemudian ia mampu bangkit berdiri dan berkunjung ke Australia, kanada, Afrika selatan, dan India.
Pada tahun 1937. Jambore kelima diadakan di negara Belanda yang dihadiri oleh 30.000 peserta dari tiga puluh negara dia berpidato yang intinya adalah perpisahan bagi dirinya karena usianya yang sudah mencapai 80 tahun. Pada tahun itu juga ia menerima penghargaan “carnagie prize” untuk perjuangan perdamaian.
Pada 30 oktober 1937 ia mendapat banyak hadiah kerena perayaan hari pernikahannya ke 25 dan dari selembar ada sebuah cek dari pramuka putra putri dan siaga dan dari cek itu ia membeli rumah di Nyeri, dekat gunung kenya Afrika. Rumah itu ia diberi nama paxtoo atau paxtuu dalam bahasa swahili yaitu “lengkap”.

Pada awal tahun 1914 ia tampak lemah dan akhirnya pada 8 januari 1941 di usianya yang ke 84 ia pun meninggal dunia. Seluruh pramuka berduka dan sebelum kematiannya ia menulis sebuah lembaran kertas terakhirnnya, yang pada waktu itu setelah kematiannya dan penghormatan terakhirnya, Pesan terakhir tersebut dibacakan didepan umum oleh istrinya sendiri.

Dari Biografi Bapak Baden-Powell lah kita mengerti. Selama bertahun tahun sifat idealis dan coba coba Baden Powell telah mengubah kehidupan jutaan pemuda di seluruh dunia.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai